4 Metode Manual Brew Yang Biasa Digunakan Café Kekinian

4 Metode Manual Brew Yang Biasa Digunakan Café Kekinian

Café merupakan salah satu tempat nongkrong generasi muda yang sering dikunjungi. Tempat ini terkadang tidak hanya cocok digunakan untuk nongkrong melainkan juga sebagai tempat yang cocok digunakan untuk mengerjakan pekerjaan hingga meeting bersama. Minuman yang ditawarkan di café sebagai teman sendiri kebanyakan adalah kopi. Jenis minuman ini sendiri bisa membuat rileks tubuh dan juga bisa menunjang konsentrasi saat mengerjakan pekerjaan. Sebab itu, kopi ala café menjadi minuman favorite ketika berkunjung.

Berbicara mengenai kopi ala café, ada banyak sekali jenis kopi yang ditawarkan di café untuk dikonsumsi dan dijadikan sebagai teman ketika berkunjung ke café. Mulai dari kopi hitam asli dengan beragam teknik peracikan hingga kopi dengan beragam rasa yang dicampurkan dengan susu. Bahkan beberapa café mencantumkan kadar kopi dalam segelas kopi yang disajikan. Mulai dari light, medium hingga strong coffee bisa dipilih sesuai dengan kemampuan pelanggan mengonsumsi kopi.

Terlepas dari kadar kopi yang dicantumkan dalam menu ketika memilih kopi ala café, dalam memilih kopi bisa dikategorikan beberapa cara dalam meracik kopi. Mulai dari manual brew hingga espresso based. Manual brew sendiri merupakan cara menyajikan secangkir kopi melalui cara tradisional. Berbeda dengan manual brew, espresso based sendiri menggunakan bantuan mesin dalam meracik secangkir kopinya. Variasi minuman espresso based sendiri sangat banyak dan bisa dikreasikan menjadi beragam minuman.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, teknik peracikan kopi dengan manual brew sendiri merupakan kegiatan mengkonsumsi kopi hitam utuh. Dimana proses kegiatan manual brew sendiri menggunakan peralatan sederhana dan mendapatkan kopi saring dengan proses manual tanpa mesin elektrik. Berikut beberapa kopi manual brew yang familiar bagi anda :

  • Cold brew. Metode peracikan kopi dengan cold brew sendiri adalah dengan mencampurkan kopi dengan air dingin kemudian menyimpannya ke dalam lemari pendingin selama beberapa saat. Durasi penyimpanan kopi sendiri berkisar 8 – 20 jam.
  • Vietnam drip. Ketika memesan secangkir Vietnam drip maka anda akan mendapatkan gelas dengan penyaring diatasnya. Dimana penyaring ini digunakan untuk memisahkan bubuk kopi dengan ekstrak. Hasil ekstrak kopi sendiri akan turun ke gelas yang sudah berisikan susu kental manis. Bisa dibilang metode ini adalah metode mengonsumsi kopi susu yang lebih modern.
  • Kopi tubruk. Jenis kopi ini mudah ditemukan di Indonesia dan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Cara pembuatannya adalah bubuk kopi disiramkan dengan air panas. Bubuk kopi akan mengendap di bawah cangkir memisahkan diri dengan ekstraknya yang bisa diminum.
  • Pour over. Minuman ini dikenal dengan V60 karena alat yang digunakan adalah V60. Dalam mengonsumsi kopi ini perlu filter dan dripper untuk memisahkan kopi dan bubuknya sehingga hasil kopinya jernih dengan aroma dan cita rasa khas. Dengan menggunakan teknik ini maka anda bisa menikmati rasa asli kopi dengan baik.

admin