Perbedaan Susu Pasteurisasi, UHT dan Sterilisasi Dan Cara Penyimpanannya Yang Tepat

Perbedaan Susu Pasteurisasi, UHT dan Sterilisasi Dan Cara Penyimpanannya Yang Tepat

Konsumsi makanan bernutrisi dalam asupan harian cukup penting bagi kesehatan keluarga. Terutama jika memiliki anak masih dalam usia tumbuh kembang. Makanan bernutrisi menjadi fokus penting dalam mendukung anak tumbuh optimal. Beragam kandungan dalam menu makanan harian seperti vitamin, mineral, serat, protein, lemak dan karbohidrat sendiri menjadi penting. Terlebih bila manfaat vitamin B kompleks sangat dibutuhkan tubuh.

Ragam kebutuhan nutrisi harian tubuh dapat dimiliki dengan konsumsi segelas susu setiap harinya. Susu mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Bahkan susu sapi segar saja kaya akan beragam nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang kesehatannya. Dalam segelas susu sapi juga mengandung manfaat vitamin B kompleks yang dibutuhkan tubuh.

Susu merupakan produk yang mudah ditemukan dipasar. Ada beragam jenis produk susu yang bisa ditemukan dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Susu dapat dikemas dalam bentuk bubuk, cair bahkan siap minum. Selain itu, beragam rasa juga bisa dipilih sesuai selera. Namun, diversifikasi produk susu tidak mengurangi manfaat vitamin B kompleks dan nutrisi lainnya bagi tubuh.

Susu sendiri dalam proses pengolahannya memiliki banyak jenis dan ragam. Terdapat susu pasteurisasi, UHT, ataupun sterilisasi. Semua proses pengolahan pada susu tersebut masih memiliki manfaat vitamin B kompleks dan beragam nutrisi penting lain. Sudahkan anda paham akan perbedaan diantara berbagai jenis susu tersebut? Yuk, kita simak perbedaanya berikut.

  • Susu Pasteurisasi.

Susu jenis ini merupakan jenis susu yang mengalami proses pemanasan pada suhu 72oC selama 15 detik saja. Proses pengolahan susu ini bertujuan mematikan bakteri patogen pada susu saja namun tidak bisa mematikan sporanya. Sebab itu, susu harus disimpan pada suhu 5oC – 7oC dengan penyimpanan maksimal 14 hari pada kemasan utuh dan masih tersegel.

  • Susu UHT

Agar susu bisa disimpan dalam jangka waktu lama, susu perlu diberikan perlakuan pengolahan. Dimana susu diberikan perlakuan pemanasan selama 2 – 5 detik dalam suhu 135oC – 140oC. Susu dengan proses pengolahan ini nyaris bisa membunuh bakteri patogen bersama sporanya. Sebab itu, susu UHT memiliki masa simpan yang lebih lama dan bisa disimpan dalam suhu ruang selama kemasan masih tersegel. Bila kemasan sudah dibuka, ada baiknya susu dikonsumsi sebelum 3 hari dengan penyimpanan dalam lemari pendingin.

  • Susu Sterilisasi

Jenis susu yang viral karena dianggap lebih bernutrisi dan menyehatkan adalah susu sterilisasi. Susu sterilisasi sendiri merupakan susu yang diberikan perlakuan pemanasan pada suhu 121oC dengan durasi 15 menit. Karena dilakukan menggunakan panas tinggi, beberapa komponen nutrisi dalam susu cenderung rusak dan susu cenderung berubah warna karena terjadi karamelisasi. Masa simpan susu ini sendiri cukup lama dibandingkan susu pasteurisasi dan bisa disimpan dalam suhu ruang.

admin